Ukuran ID Card Karyawan – mungkin terdengar sepele dibanding urusan payroll, absensi, atau penilaian kinerja. Namun, kalau Anda HR atau pemilik bisnis yang pernah bolak-balik revisi desain, kartu nggak muat di holder, atau hasil cetak blur dan kepotong, Anda pasti tahu: hal “kecil” ini bisa menyita waktu, energi, dan bikin alur administrasi makin ruwet. Di tengah tuntutan pengelolaan Human Resource (HR) yang makin kompleks dari data karyawan, akses gedung, hingga integrasi sistem absensi ID card bukan lagi sekadar kartu dengan foto dan nama, tapi bagian dari sistem manajemen SDM yang rapi dan profesional.
Di artikel ini, kita akan kupas tuntas ukuran id card karyawan yang benar, standar yang dipakai di Indonesia, kenapa ada banyak versi (ID-1, B1, B2, dan lain-lain), sampai cara memilih ukuran yang paling pas untuk kebutuhan perusahaan Anda. Kita juga akan bahas bagaimana ID card bisa terhubung dengan sistem HR modern, sehingga Anda tidak lagi terjebak di administrasi manual yang melelahkan.
Mengapa Ukuran ID Card Karyawan Penting untuk HR?

Banyak HR yang baru sadar pentingnya ukuran id card karyawan setelah masalah muncul: kartu tidak muat di dompet, holder yang dibeli tidak cocok, QR code susah discan, atau desain yang sudah dibayar mahal ternyata kepotong saat dicetak. Padahal, kalau dari awal Anda paham standar ukuran dan fungsinya, semua ini bisa dihindari.
BacaJuga : Contoh Kontrak Kerja Karyawan HR Wajib Pahami Detail Ini!
Dalam konteks pengelolaan SDM, ID card karyawan menyentuh banyak aspek:
- Identitas resmi karyawan: dipakai di kantor, kunjungan klien, bahkan kadang di acara eksternal.
- Keamanan dan akses: bisa digabung dengan sistem akses pintu, absensi, atau kontrol area tertentu.
- Branding perusahaan: tampilan kartu mencerminkan profesionalisme dan keseriusan bisnis Anda.
- Integrasi data: jika terhubung dengan sistem HR digital, ID card bisa memuat barcode/QR code yang mengarah ke data karyawan di sistem.
Artinya, ukuran id card karyawan bukan cuma soal estetika, tapi juga soal fungsi, keamanan, dan efisiensi kerja HR. Salah memilih ukuran bisa berdampak ke biaya (cetak ulang), waktu (revisi desain), dan pengalaman karyawan (kartu tidak nyaman dipakai).
Memahami Standar Ukuran ID Card Karyawan di Indonesia
Agar tidak bingung dengan banyaknya istilah, mari kita mulai dari standar yang paling umum dipakai di Indonesia untuk ukuran id card karyawan.
1. Standar Utama: ISO/IEC 7810 ID-1 (Mirip KTP, ATM, Kartu Kredit)
Di Indonesia, ukuran id card karyawan yang paling sering digunakan mengikuti standar internasional ISO/IEC 7810 ID-1. Ukuran ini sama dengan KTP, kartu ATM, dan kartu kredit, sehingga sangat familiar dan praktis.
Secara teknis, dimensinya adalah:
- 8,56 cm x 5,4 cm
- atau 85,6 mm x 54 mm
- kurang lebih 3,375 x 2,125 inch
Beberapa vendor juga menyebut varian CR80 dengan ukuran sekitar 8,57 x 5,4 cm (85,7 x 54 mm). Perbedaannya sangat kecil dan pada praktiknya tetap merujuk ke standar ID-1.
Mengapa ukuran ini jadi favorit untuk ID card karyawan?
Ukuran standar seperti ID-1 membuat hidup HR jauh lebih mudah: gampang dicetak, gampang dicari aksesorisnya, dan karyawan pun sudah terbiasa.
Mudah disimpan
Karena sama dengan KTP dan kartu bank, karyawan bisa menyimpan ID card di dompet atau card holder standar yang banyak dijual di pasaran.Proporsional
Tidak terlalu besar sehingga nyaman dipakai dengan lanyard, tapi cukup luas untuk menampilkan:- Logo perusahaan
- Foto karyawan
- Nama lengkap
- Jabatan
- NIK karyawan
- Sedikit elemen keamanan (misalnya QR code kecil)
Kompatibel dengan alat cetak dan aksesoris
Banyak mesin printer kartu (card printer) dan aksesoris seperti holder, lanyard, dan clip yang memang didesain untuk ukuran ID-1.
Jika perusahaan Anda baru pertama kali membuat ID card, memilih ukuran id card karyawan standar ID-1 adalah langkah paling aman dan minim risiko.
2. Varian Populer: Ukuran B1 dan B2 untuk Ruang Informasi Lebih Luas
Seiring kebutuhan informasi di ID card bertambah—misalnya ingin menampilkan QR code besar, alamat kantor, atau elemen keamanan tambahan—banyak perusahaan mulai melirik ukuran yang sedikit lebih besar dari ID-1. Di sinilah ukuran B1 dan B2 menjadi populer.
Ukuran B1
Beberapa sumber menyebut dua versi ukuran B1 yang sering dipakai:
- 10,2 cm x 6,5 cm (102 mm x 65 mm)
- atau 8,5 cm x 5,5 cm (85 mm x 55 mm)
Keduanya lebih besar sedikit dari ID-1 dan sering digunakan untuk ID card karyawan dengan orientasi vertikal (portrait).
Kelebihan ukuran B1:
- Ruang lebih lega untuk:
- Foto yang lebih besar
- Logo perusahaan yang jelas
- Nama dan jabatan dengan font lebih besar (mudah dibaca dari jauh)
- QR code atau barcode yang mudah discan
- Terlihat lebih “resmi” dan menonjol saat dipakai di lanyard.
Ukuran B2
Untuk kebutuhan yang lebih spesifik, ada juga ukuran B2 yang lebih besar lagi. Beberapa ukuran yang sering muncul di pasaran:
- 12,5 cm x 7,9 cm (125 mm x 79 mm)
- atau 10,5 cm x 7 cm (105 mm x 70 mm)
Ukuran B2 biasanya dipilih jika:
- ID card karyawan juga berfungsi sebagai kartu akses dengan banyak informasi.
- Perusahaan ingin menampilkan:
- Nama perusahaan
- Logo besar
- Nama karyawan
- Jabatan
- Departemen
- QR code besar
- Mungkin juga alamat kantor atau tagline perusahaan
Namun, ukuran B2 ini mulai terasa agak besar untuk penggunaan harian di kantor biasa. Lebih cocok untuk:
- Perusahaan dengan area kerja luas dan butuh identifikasi visual yang jelas (misalnya pabrik, gudang, atau area proyek).
- Event internal besar, training, atau kegiatan yang butuh identifikasi jelas antar panitia dan peserta.
Ukuran Lain: Kapan Dipakai dan Kapan Sebaiknya Dihindari?
Selain ID-1, B1, dan B2, ada juga beberapa ukuran lain yang kadang muncul di vendor percetakan. Penting bagi HR untuk tahu, agar tidak salah pilih ukuran id card karyawan yang justru kurang praktis.
1. Ukuran Kecil/Pribadi (Mirip Kartu Nama)
Beberapa ukuran yang sering disebut:
- 9 x 5,5 cm (90 x 55 mm)
- 8 x 5,3 cm (80 x 53 mm)
Ukuran ini mirip kartu nama dan bisa dipakai untuk:
- Kartu nama karyawan yang sedikit “semi-ID card”.
- Kartu karyawan untuk bisnis kecil yang ingin tampilan simpel dan kompak.
Namun, untuk kebutuhan ID card karyawan harian yang dipakai dengan lanyard dan butuh foto jelas, ukuran ini kadang terasa terlalu kecil, terutama jika ingin menambahkan QR code atau barcode.
2. Ukuran Besar (B3, B4, A2, dan Sejenisnya)
Beberapa contoh ukuran:
- B3: 10,5 x 8,5 cm
- B4: 13,5 x 9,5 cm
- A2: 10,6 x 8,2 cm
Ukuran-ukuran ini biasanya dipakai untuk:
- Panitia acara (event organizer, seminar, konser).
- Kartu akses sementara untuk tamu atau vendor.
- Kegiatan khusus yang butuh identifikasi besar dan jelas dari jauh.
Untuk penggunaan harian di kantor, ukuran ini cenderung terlalu besar dan kurang nyaman dipakai setiap hari. Jadi, untuk ukuran id card karyawan tetap, sebaiknya Anda fokus di ID-1, B1, atau B2 saja.
Konversi Ukuran ID Card ke Pixel: Penting untuk Desain Digital
Bagi HR yang sering berkoordinasi dengan tim desain atau vendor percetakan, memahami konversi ukuran id card karyawan ke pixel sangat membantu. Apalagi jika desain dibuat di software seperti Photoshop, Illustrator, atau Canva.
Untuk hasil cetak yang tajam, umumnya digunakan resolusi minimal 300 DPI (dots per inch). Beberapa referensi ukuran digital untuk standar ID-1:
- ID-1: sekitar 1002 x 635 px
- Varian lain menyebut: 1039 x 667 px
- Untuk CR80: sekitar 1003 x 635 px
Angka-angka ini mungkin sedikit berbeda antar vendor, tetapi semuanya berada di kisaran yang sama dan sudah cukup aman untuk menghasilkan cetakan yang tajam dan tidak pecah.
Tips praktis untuk HR saat mengurus desain:
Pastikan desainer tahu ukuran fisik dan resolusi
Sampaikan ukuran dalam cm/mm dan minta file dengan resolusi 300 DPI.Minta area bleed (pinggiran potong)
Biasanya sekitar 2–3 mm di tiap sisi, agar saat dipotong tidak ada bagian penting yang terpotong.Letakkan elemen penting di “safe area”
Jangan menaruh foto, nama, atau QR code terlalu mepet ke tepi kartu.
Dengan memahami hubungan antara ukuran id card karyawan secara fisik dan ukuran dalam pixel, Anda bisa menghindari masalah klasik: desain bagus di layar, tapi berantakan saat dicetak.
Cara Memilih Ukuran ID Card Karyawan yang Paling Tepat untuk Perusahaan Anda
Sekarang pertanyaannya: dari semua pilihan ukuran id card karyawan, mana yang paling cocok untuk perusahaan Anda? Mari kita lihat dari beberapa sudut pandang praktis.
1. Pertimbangkan Fungsi Utama ID Card
Tanyakan dulu: ID card ini akan dipakai untuk apa saja?
- Hanya identitas dasar (nama, foto, jabatan, logo)
→ Ukuran ID-1 (85,6 x 54 mm) sudah sangat cukup. - Identitas + QR code/barcode untuk absensi atau akses
→ ID-1 masih bisa, tapi jika ingin QR code besar dan mudah discan, pertimbangkan B1. - Identitas + banyak informasi (departemen, nomor telepon darurat, alamat kantor, dsb.)
→ Pertimbangkan B1 atau B2 agar tidak terlalu padat dan tetap mudah dibaca.
2. Pertimbangkan Kenyamanan Karyawan
Karyawan akan memakai ID card karyawan setiap hari, jadi ukuran id card karyawan harus nyaman:
- Apakah terlalu besar dan mengganggu saat bekerja?
- Apakah terlalu kecil sehingga sulit dibaca dari jarak wajar?
- Apakah mudah disimpan di dompet atau card holder saat di luar kantor?
Untuk kantor dengan dress code formal atau banyak interaksi dengan klien, ukuran ID-1 sering jadi pilihan ideal karena terlihat rapi dan profesional tanpa berlebihan.
3. Pertimbangkan Ketersediaan Aksesoris dan Mesin Cetak
Sebelum memutuskan ukuran id card karyawan yang “unik”, cek dulu:
- Apakah card holder, lanyard, dan clip untuk ukuran itu mudah ditemukan?
- Apakah vendor percetakan Anda biasa mencetak ukuran tersebut?
- Apakah mesin card printer internal (jika ada) mendukung ukuran itu?
Menggunakan ukuran standar seperti ID-1, B1, atau B2 akan memudahkan Anda dalam jangka panjang, terutama jika perusahaan terus bertambah karyawan dan Anda harus mencetak ulang secara berkala.
Integrasi ID Card dengan Sistem HR Modern: Bukan Sekadar Kartu Plastik
Di era digital, ID card karyawan bisa jauh lebih dari sekadar kartu dengan foto dan nama. Dengan ukuran id card karyawan yang tepat, Anda bisa menyisipkan elemen-elemen yang terhubung ke sistem HR digital, misalnya:
- QR code yang terhubung ke profil karyawan di sistem HR.
- Barcode untuk absensi yang otomatis tercatat di sistem.
- Nomor unik (Employee ID) yang sinkron dengan database karyawan.
Di sinilah banyak HR mulai merasa kewalahan jika semua data masih diurus manual di Excel. Bayangkan:
- Setiap kali ada karyawan baru, Anda harus:
- Input data di Excel.
- Kirim data ke vendor desain.
- Cek lagi apakah nomor karyawan sudah benar.
- Saat ada karyawan resign atau pindah divisi, Anda harus:
- Update file Excel.
- Pastikan aksesnya dihapus.
- Kadang harus cetak ulang ID card.
Proses ini memakan waktu dan rawan kesalahan. Di titik ini, banyak HR mulai mencari cara agar ID card dan data karyawan bisa terhubung otomatis dalam satu sistem.
Dan di sinilah sistem HR all-in-one seperti Manakor bisa menjadi “partner” yang membantu merapikan semua kekacauan administrasi tersebut secara perlahan tapi pasti.
Studi Kasus Sederhana: Salah Ukuran vs Ukuran Tepat
Agar lebih konkret, mari kita lihat dua skenario yang sering terjadi di lapangan.
Skenario 1: Salah Ukuran, Biaya Membengkak
Sebuah perusahaan memutuskan membuat ID card karyawan dengan ukuran yang “unik” agar terlihat beda. Mereka memilih ukuran yang sedikit di luar standar, tanpa cek dulu ke vendor dan tanpa mempertimbangkan card holder yang ada di pasaran.
Akibatnya:
- Vendor butuh waktu lebih lama untuk setting mesin cetak.
- Card holder standar tidak muat, sehingga perusahaan harus pesan holder custom yang lebih mahal.
- Saat ada karyawan baru, proses cetak ulang selalu butuh koordinasi ekstra karena ukuran tidak umum.
Total biaya dan waktu yang terbuang jauh lebih besar dibanding jika sejak awal mereka memilih ukuran id card karyawan standar seperti ID-1 atau B1.
Skenario 2: Ukuran Tepat, Proses Rapi dan Konsisten
Perusahaan lain memilih ukuran ID-1 untuk semua ID card karyawan. Mereka:
- Menyusun template desain standar (depan-belakang).
- Menyimpan data karyawan di sistem HR digital yang terintegrasi.
- Menggunakan QR code kecil yang mengarah ke data karyawan di sistem.
Setiap kali ada karyawan baru:
- HR cukup input data di sistem.
- Sistem menghasilkan data untuk desain ID card (nama, jabatan, ID karyawan).
- File desain bisa langsung dikirim ke vendor atau dicetak dengan card printer internal.
Hasilnya:
- Proses lebih cepat dan konsisten.
- Tidak ada lagi kebingungan soal ukuran id card karyawan.
- HR bisa fokus ke hal yang lebih strategis, bukan sekadar urus kartu.
Tips Praktis untuk HR Saat Menentukan Ukuran ID Card Karyawan

Agar keputusan Anda soal ukuran id card karyawan lebih mantap dan minim revisi, berikut beberapa tips praktis:
Mulai dari fungsi, bukan dari desain
Tentukan dulu apa saja yang wajib ada di kartu:- Foto
- Nama
- Jabatan
- Logo
- QR code/barcode (jika perlu)
- Informasi tambahan (jika perlu)
Baru setelah itu pilih ukuran yang cukup menampung semua dengan nyaman.
Gunakan ukuran standar pasar
Untuk kebutuhan harian, fokus di:- ID-1 (85,6 x 54 mm)
- B1 (sekitar 10,2 x 6,5 cm)
- B2 (sekitar 12,5 x 7,9 cm)
Ini akan memudahkan Anda dalam mencari holder, lanyard, dan layanan cetak.
Diskusikan dengan vendor sejak awal
Tanyakan:- Ukuran apa yang paling umum mereka cetak untuk ID card karyawan.
- Resolusi file yang mereka rekomendasikan (biasanya 300 DPI).
- Apakah mereka menyediakan template ukuran id card karyawan yang bisa Anda gunakan.
Siapkan standar internal perusahaan
Buat dokumen singkat yang berisi:- Ukuran resmi ID card karyawan perusahaan Anda.
- Elemen yang wajib ada di desain.
- Format penulisan nama dan jabatan.
- Aturan warna dan logo.
Dokumen ini akan sangat membantu saat perusahaan berkembang dan banyak pihak terlibat dalam pengelolaan SDM.
Pertimbangkan integrasi dengan sistem HR digital
Jika Anda berencana (atau sudah mulai) menggunakan sistem HR digital, pastikan:- Nomor karyawan di ID card sama dengan yang di sistem.
- QR code/barcode di kartu bisa dibaca oleh sistem absensi atau data karyawan.
Dengan begitu, ukuran id card karyawan yang Anda pilih benar-benar mendukung otomasi kerja, bukan sekadar formalitas.
Pada akhirnya, ukuran id card karyawan yang tepat akan menghemat waktu, biaya, dan energi Anda sebagai HR atau pemilik bisnis. Dengan memilih ukuran yang standar, fungsional, dan terintegrasi dengan sistem, Anda sedang membangun fondasi administrasi SDM yang rapi dan siap berkembang.
BacaJuga : Contoh Absensi Karyawan untuk HR Modern yang Bikin Rekap Gaji Jadi Super Mudah!
Daripada terus-menerus pusing dengan revisi desain, salah ukuran, dan data karyawan yang tersebar di banyak file Excel, jauh lebih menenangkan jika semua sudah tertata dalam satu alur yang jelas: ukuran kartu jelas, desain standar, data karyawan rapi, dan proses cetak tinggal mengikuti sistem. Langkah kecil seperti memahami dan menetapkan ukuran id card karyawan yang benar bisa menjadi titik awal perubahan besar dalam cara Anda mengelola tim lebih terstruktur, lebih profesional, dan jauh lebih efisien.
Sumber Referensi
- LANYARDKILAT.CO.ID – Ukuran ID Card Karyawan: Panduan Lengkap untuk Perusahaan
- SNAPY.CO.ID – Ukuran ID Card: Standar, Jenis, dan Fungsinya
- PANDAWA24JAM.COM – Ukuran ID Card A2: Panduan Lengkap Sebelum Mencetak
- ONLINEPRINT.CO.ID – Memahami Ukuran ID Card Sebelum Mencetak
- CITRAMANDIRI.ID – Ukuran ID Card: Panduan Lengkap untuk Kartu Identitas
- MAXIPRO.CO.ID – Ukuran ID Card: Standar dan Jenis-Jenisnya
- DETIK.COM – Standar Ukuran ID Card yang Benar dan Sesuai Kebutuhan
- BINARYDIGIPRINT.COM – Ukuran yang Pas ID Card untuk Karyawan
Rules : pilih salah satu gambar dan hook untuk CTA di artikel
Merasa pengelolaan karyawan di perusahaan Anda belum optimal? Hal ini bisa berdampak pada produktivitas dan kepuasan tim.
Jangan tunda lagi untuk mencari solusi yang tepat. Konsultasi sekarang dan bawa pengelolaan tim Anda ke level terbaik!

Ingin pantau kerja tim secara real-time tanpa ribet? Dengan aplikasi yang tepat, Anda bisa awasi progres kerja kapan saja dan di mana saja.
Jangan sampai kehilangan kendali atas performa tim. Konsultasi sekarang untuk solusi yang efektif dan mudah digunakan!

Bingung memilih sistem HR yang paling sesuai untuk perusahaan? Sistem yang tepat akan memudahkan pengelolaan sumber daya manusia dan meningkatkan efisiensi.
Jangan salah pilih yang bisa merugikan bisnis Anda. Konsultasi sekarang dan dapatkan rekomendasi terbaik dari ahlinya!

Kesulitan mengelola KPI dan absensi karyawan? Masalah ini bisa membuat manajemen menjadi tidak efektif dan menyulitkan evaluasi kinerja.
Saatnya gunakan cara yang lebih mudah dan terstruktur. Konsultasi sekarang dan optimalkan proses HR perusahaan Anda!

Mau kelola karyawan lebih mudah dan tanpa stres? Proses yang sederhana dan terorganisir membuat pekerjaan HR jadi lebih lancar.
Jangan biarkan pengelolaan yang rumit menghambat tim Anda. Konsultasi sekarang untuk solusi yang praktis dan efisien!


