Contoh surat SP 1 karyawan sering dicari oleh HRD, pimpinan perusahaan, maupun divisi manajemen untuk menangani berbagai kasus pelanggaran kedisiplinan.
Surat Peringatan atau yang lebih dikenal dengan SP adalah bagian dari sistem pembinaan yang digunakan perusahaan untuk mengarahkan, menegur, atau memperingatkan karyawan agar memperbaiki perilaku dan menjalankan tugas sesuai aturan yang berlaku.
SP 1 merupakan tahapan awal sebelum SP 2 dan SP 3, sehingga formatnya harus disusun dengan benar, jelas, serta sesuai prosedur.
Dalam dunia kerja modern, setiap perusahaan memiliki standar kedisiplinan dan tata tertib. Ketika ada karyawan yang melanggar aturan, perusahaan tidak bisa serta-merta memberikan hukuman berat tanpa proses pembinaan.
Inilah sebabnya surat SP 1 sangat penting digunakan sebagai langkah awal, sekaligus bukti tertulis bahwa perusahaan telah melakukan pembinaan sesuai aturan ketenagakerjaan.
Artikel ini akan membahas secara lengkap mulai dari pengertian SP 1, kapan diberikan, fungsi surat, format penyusunan, contoh resmi, hingga tips bagi HR agar proses pemberian SP tetap profesional.
Artikel ini dirancang agar mudah dipahami oleh HRD pemula, manajer perusahaan, mahasiswa yang belajar manajemen SDM, hingga karyawan yang ingin memahami hak dan kewajiban mereka.
Kamu bisa langsung menggunakan contoh suratnya untuk kebutuhan internal perusahaan.

Pengertian Surat SP 1
Surat Peringatan 1 atau SP 1 adalah surat teguran tertulis yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan kerja, standar operasional perusahaan (SOP), perjanjian kerja, maupun tata tertib yang sudah ditetapkan. SP 1 bersifat peringatan awal, sebagai bentuk pembinaan yang bertujuan mendorong karyawan memperbaiki perilakunya.
Pada dasarnya, pemberian SP bukan bentuk hukuman, melainkan proses manajemen untuk menegakkan kedisiplinan.
Surat ini harus dikeluarkan secara profesional, objektif, dan berdasarkan bukti atau laporan yang sah. SP 1 juga harus disampaikan secara baik, tidak mengandung unsur penghinaan, dan tetap menghormati martabat karyawan.
Dalam aturan ketenagakerjaan Indonesia, SP 1 biasanya memiliki masa berlaku 6 bulan. Artinya, jika dalam kurun waktu tersebut karyawan mengulangi pelanggaran yang sama, perusahaan berhak mengeluarkan SP 2, kemudian SP 3 sebagai tahapan selanjutnya. Namun, jika karyawan memperbaiki diri, SP 1 dapat dianggap tidak berlaku lagi setelah masa aktifnya berakhir.
Kapan Surat SP 1 Diberikan?
SP 1 tidak diberikan sembarangan. Pemberian surat ini harus berdasarkan pelanggaran yang jelas, disertai bukti, dan dilakukan sesuai prosedur. Berikut beberapa jenis pelanggaran yang umum menjadi dasar keluarnya SP 1:
Terlambat Masuk Kerja Berulang
Karyawan yang terlambat masuk kerja berkali-kali dalam satu bulan tanpa alasan yang jelas dapat diberikan SP 1. Misalnya terlambat lebih dari 5 kali dalam sebulan atau sesuai batas toleransi yang ditentukan perusahaan.
Tidak Masuk Kerja Tanpa Keterangan (Alpha)
Ketidakhadiran tanpa pemberitahuan termasuk pelanggaran disiplin. Jika dilakukan lebih dari satu kali, perusahaan biasanya memberikan SP 1 sebagai teguran formal.
Pelanggaran Etika Kerja
Contohnya:
- bersikap tidak sopan kepada rekan kerja atau atasan
- menggunakan kata-kata kasar
- tidak menjaga profesionalitas kerja
Pelanggaran SOP atau Kesalahan Operasional
Contoh:
- tidak mengenakan APD (Alat Pelindung Diri)
- tidak mengikuti instruksi kerja
- bekerja tidak sesuai prosedur yang membahayakan diri atau perusahaan
Performa Kerja yang Buruk
Jika performa karyawan sangat menurun, tidak memenuhi target standar, atau sering lalai, perusahaan dapat mengeluarkan SP 1 sebagai bentuk pembinaan.
Melanggar Aturan Perusahaan Lainnya
Termasuk:
- makan/minum di area terlarang
- istirahat lebih lama dari waktu yang diberikan
- menggunakan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi secara berlebihan
Perilaku Tidak Kooperatif
Misalnya menolak instruksi kerja, menolak pelatihan, atau tidak mengikuti rapat penting tanpa alasan.
Pemberian SP 1 harus dilakukan setelah HRD melakukan klarifikasi kepada karyawan. Dalam banyak perusahaan, proses wawancara atau konfirmasi terlebih dahulu wajib dilakukan agar keputusan objektif dan transparan.
Fungsi Surat SP 1
Surat Peringatan 1 memiliki beberapa fungsi penting dalam manajemen sumber daya manusia. Berikut penjelasannya:
Bentuk Teguran Resmi
SP 1 menjadi bukti bahwa perusahaan telah memberikan peringatan secara formal kepada karyawan. Hal ini diperlukan agar pembinaan berjalan sesuai prosedur.
Mendorong Perubahan Perilaku
Tujuan utama SP adalah memberikan kesempatan kepada karyawan untuk memperbaiki diri. Banyak karyawan yang menjadi lebih disiplin setelah menerima SP 1.
Dasar Administrasi dan Dokumentasi HR
Surat SP 1 berfungsi sebagai dokumen resmi yang akan tercatat di arsip HR. Ini menjadi penting jika perusahaan melanjutkan ke SP 2, SP 3, atau tindakan lanjutan.
Perlindungan Hukum bagi Perusahaan
Dalam kasus tertentu, perusahaan wajib membuktikan bahwa mereka sudah melakukan pembinaan sebelum memberikan tindakan disiplin berat. SP 1 menjadi bukti legal tersebut.
Menjaga Kualitas dan Kedisiplinan Karyawan
SP membantu perusahaan menegakkan aturan dan mempertahankan standar operasional.
Menjadi Tahap Awal Pembinaan Bertahap
Sebelum mengambil keputusan besar seperti pemutusan hubungan kerja (PHK), perusahaan wajib melalui tahapan pembinaan, termasuk SP 1.

Format Surat SP 1 yang Benar
Surat SP 1 harus disusun secara formal dan memenuhi format administrasi perusahaan. Berikut komponen penting yang harus dicantumkan:
Kop Surat Perusahaan
Berisi:
- nama perusahaan
- alamat
- nomor telepon
- logo perusahaan (jika ada)
Nomor Surat
Nomor surat perlu dicantumkan untuk keperluan arsip dan administrasi.
Identitas Karyawan
Meliputi:
- nama
- jabatan
- departemen
- NIK karyawan
Uraian Pelanggaran
Bagian ini menjelaskan secara spesifik mengenai pelanggaran yang dilakukan, termasuk tanggal, waktu, serta bukti jika diperlukan.
Dasar Aturan yang Dilanggar
Contoh:
- Pasal 10 Peraturan Perusahaan
- SOP Divisi Produksi No. 03
- Tata Tertib Karyawan Bagian Kehadiran
Peringatan dan Imbauan
Bagian ini berisi pesan agar karyawan memperbaiki perilaku dan tidak mengulangi kesalahan.
Masa Berlaku Surat
Biasanya surat SP 1 berlaku enam bulan.
Tanda Tangan Pihak Terkait
Biasanya ditandatangani oleh:
- Atasan langsung
- HRD
- Karyawan yang menerima SP
Tanggal dan Tempat Dikeluarkan
Wajib ada untuk pengesahan dokumen.
Contoh Surat SP 1 karyawan Resmi dan Siap Pakai
Contoh Surat SP 1 karyawan Pelanggaran Terlambat Masuk Kerja
SURAT PERINGATAN 1 (SP 1)
Nomor: 017/SP1/HRD/I/2025
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama: Budi Santoso
Jabatan: Manajer HRD
Perusahaan: PT Maju Sejahtera Indonesia
Memberikan Surat Peringatan 1 (SP 1) kepada:
Nama: Andri Setiawan
Jabatan: Staff Administrasi
Departemen: Operasional
NIK: 09283
Dasar Pemberian SP:
Bahwa yang bersangkutan telah melakukan pelanggaran berupa terlambat masuk kerja lebih dari 6 kali selama periode 1–18 Januari 2025 tanpa memberikan alasan yang dapat diterima.
Perilaku tersebut tidak sesuai dengan aturan perusahaan sebagaimana tercantum pada Peraturan Perusahaan Pasal 8 Ayat 4 tentang Disiplin Kehadiran.
Melalui surat SP 1 ini, karyawan diminta untuk:
- Meningkatkan kedisiplinan waktu.
- Tidak mengulangi pelanggaran yang sama.
Apabila pelanggaran terulang dalam masa berlaku SP ini (6 bulan sejak diterbitkan), perusahaan berhak memberikan SP 2.
Ditetapkan di: Jakarta
Tanggal: 20 Januari 2025
Ttd,
Budi Santoso
Manajer HRD
Ttd,
Andri Setiawan
Karyawan
Contoh Surat SP 1 karyawan Tidak Masuk Tanpa Keterangan
SURAT PERINGATAN 1 (SP 1)
Nomor: 025/SP1/HRD/II/2025
Diberikan kepada:
Nama: Rahma Oktaviani
Jabatan: Operator Produksi
Departemen: Produksi
NIK: 10023
Bahwa yang bersangkutan tidak masuk kerja tanpa memberikan keterangan sebanyak 2 kali pada tanggal 5 dan 7 Februari 2025. Hal tersebut melanggar Tata Tertib Karyawan Bab II Ayat 3.
Perusahaan berharap karyawan dapat memperbaiki perilaku dan memberikan informasi kehadiran secara benar.
SP ini berlaku selama 6 bulan sejak ditetapkan.
Jakarta, 10 Februari 2025
Ttd,
Manajer Produksi
Ttd,
Karyawan
baca juga : Jadwal Shift Kerja : Jenis, Aturan, dan Contoh Lengkap 2025
Hal yang Perlu Diperhatikan HRD dalam Memberikan SP 1
Sampaikan dengan Cara yang Baik
HRD harus memastikan bahwa proses pemberian SP tidak membuat karyawan merasa dipermalukan.
Lakukan Klarifikasi Terlebih Dahulu
Pastikan karyawan diberi kesempatan untuk menjelaskan apa yang terjadi.
Berikan Data dan Bukti
Ini akan mencegah konflik di kemudian hari.
Hindari Nada Menghakimi
Gunakan bahasa yang formal dan profesional.
Simpan Salinan Surat di Arsip HR
Dokumen harus disimpan untuk keperluan administratif.
Beri Kesempatan untuk Perbaikan
Tujuan SP adalah membina, bukan menghukum.
baca juga : Townhall Adalah : Pengertian, Tujuan, dan Manfaatnya bagi Perusahaan
Penutup
Surat SP 1 merupakan alat penting dalam pembinaan karyawan di perusahaan. Dengan format yang benar, penyampaian yang profesional, serta didukung bukti yang jelas, SP 1 dapat membantu menjaga kedisiplinan dan kualitas kinerja karyawan. Perusahaan juga terlindungi secara hukum karena telah menjalankan prosedur pembinaan sesuai aturan.
Contoh dan format yang telah disediakan dalam artikel ini bisa langsung digunakan oleh HRD atau perusahaan yang membutuhkan. Pastikan pemberian SP dilakukan secara objektif, transparan, dan manusiawi agar hubungan kerja tetap harmonis dan produktif.
Bingung memilih sistem HR yang paling sesuai untuk perusahaan? Sistem yang tepat akan memudahkan pengelolaan sumber daya manusia dan meningkatkan efisiensi.
Jangan salah pilih yang bisa merugikan bisnis Anda. Konsultasi sekarang dan dapatkan rekomendasi terbaik dari ahlinya!


