Cara Menghitung Lembur 4 Jam – sering menjadi pertanyaan banyak karyawan yang ingin tahu berapa tambahan gaji yang seharusnya diterima.
Pernah bertanya-tanya berapa sebenarnya bayaran lembur 4 jam sesuai aturan pemerintah? Banyak pekerja masih bingung menghitung besarnya upah lembur yang benar, padahal semuanya sudah diatur secara resmi dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 Tahun 2021 tentang waktu kerja, waktu istirahat, dan pengupahan.
Melalui artikel ini, kamu akan memahami cara menghitung lembur 4 jam dengan rumus yang tepat, contoh kasus nyata, hingga perbandingan antara lembur di hari kerja dan hari libur. Yuk, cari tahu berapa besar tambahan gaji kamu saat bekerja melebihi jam kerja normal!

Apa Itu Lembur Menurut Aturan Pemerintah
Sebelum membahas cara menghitung lembur 4 jam, penting untuk tahu dulu apa yang dimaksud dengan lembur.
Menurut Pasal 78 ayat (1) PP No. 35 Tahun 2021, lembur adalah waktu kerja yang melebihi 8 jam sehari atau 40 jam seminggu untuk sistem kerja 5 hari, atau 7 jam sehari untuk 6 hari kerja.
Karyawan yang diminta bekerja melebihi jam kerja normal berhak mendapatkan upah lembur sebagai bentuk kompensasi atas waktu dan tenaga tambahan yang diberikan.
Dasar Hukum dan Ketentuan Lembur di Indonesia
Biar perhitungannya tidak salah, pahami dulu dasar hukumnya:
- PP Nomor 35 Tahun 2021 Pasal 31–33 mengatur waktu kerja lembur dan upahnya.
- Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP.102/MEN/VI/2004 juga menjelaskan tata cara penghitungan upah lembur.
- Durasi maksimal lembur: 4 jam per hari dan 18 jam per minggu.
Artinya, lembur lebih dari 4 jam per hari sudah melanggar ketentuan, kecuali untuk kondisi tertentu yang sangat mendesak.
Rumus Umum Cara Menghitung Lembur 4 Jam
Untuk menghitung lembur, digunakan rumus dasar sebagai berikut: Upah lembur per jam=1173×Upah bulanan\text{Upah lembur per jam} = \frac{1}{173} \times \text{Upah bulanan}Upah lembur per jam=1731×Upah bulanan
Angka 173 diperoleh dari rata-rata jam kerja per bulan (40 jam per minggu × 4,33 minggu).
Lalu, tarif lembur diatur sebagai berikut:
- Jam ke-1 dan ke-2 = 1,5 × upah per jam
- Jam ke-3 dan seterusnya = 2 × upah per jam
Contoh Perhitungan Lembur 4 Jam di Hari Kerja
Misal:
- Gaji bulanan kamu = Rp5.000.000
- Lembur dilakukan 4 jam di hari kerja
Hitung upah per jam:
1173×5.000.000=Rp28.902\frac{1}{173} \times 5.000.000 = Rp28.9021731×5.000.000=Rp28.902
Hitung upah lembur 4 jam:
- Jam 1–2 = 2 × (1,5 × Rp28.902) = Rp86.706
- Jam 3–4 = 2 × (2 × Rp28.902) = Rp115.608
Total lembur:
Rp86.706+Rp115.608=Rp202.314Rp86.706 + Rp115.608 = Rp202.314Rp86.706+Rp115.608=Rp202.314
Jadi, tambahan gaji lembur 4 jam = Rp202.314.

Perbandingan: Lembur Hari Kerja vs Hari Libur
Ternyata, hasil lembur bisa berbeda tergantung harinya. Berikut perbandingannya:
| Jenis Hari | Ketentuan Tarif | Total Upah Lembur 4 Jam (Gaji Rp5 Juta) |
|---|---|---|
| Hari Kerja | 1,5x untuk 2 jam pertama + 2x untuk jam selanjutnya | Rp202.314 |
| Hari Libur | 2x untuk 7 jam pertama | Rp231.216 |
Artinya, lembur di hari libur memberi tambahan penghasilan lebih besar karena tarifnya lebih tinggi.
Cara Menghitung Lembur 4 Jam untuk Gaji Berbeda
Berikut contoh simulasi untuk berbagai nominal gaji:
| Gaji Bulanan | Upah per Jam | Total Lembur 4 Jam |
|---|---|---|
| Rp3.000.000 | Rp17.341 | Rp121.388 |
| Rp4.000.000 | Rp23.188 | Rp161.851 |
| Rp5.000.000 | Rp28.902 | Rp202.314 |
| Rp6.000.000 | Rp34.729 | Rp242.777 |
Dari tabel tersebut terlihat bahwa semakin tinggi gaji pokok, semakin besar pula nilai lembur yang diterima.
Contoh Kasus Nyata di Dunia Kerja
Kasus:
Andi adalah karyawan administrasi dengan gaji Rp4.200.000 per bulan.
Ia diminta bekerja lembur 4 jam pada hari Sabtu untuk menyelesaikan laporan akhir bulan.
Perhitungannya:
Upah per jam = (1/173) × Rp4.200.000 = Rp24.277
- Jam 1–2 → 1,5 × 24.277 × 2 = Rp72.831
- Jam 3–4 → 2 × 24.277 × 2 = Rp97.108
Total lembur: Rp169.939
Artinya, Andi mendapat tambahan Rp169.939 hanya dari lembur 4 jam di hari kerja biasa.
Tips Agar Lembur Tetap Menguntungkan
- Pastikan lembur disetujui atasan.
Lembur tanpa surat perintah resmi tidak dihitung dalam penggajian. - Catat waktu lembur dengan jelas.
Gunakan sistem absensi elektronik agar tidak ada perbedaan data. - Simpan bukti laporan lembur.
Ini berguna bila ada perbedaan perhitungan dengan bagian HR. - Ketahui hak kamu.
Jangan takut menanyakan upah lembur jika belum dibayarkan sesuai aturan.
baca juga : Form Reimbursement Adalah Solusi Efisien Penggantian Biaya
Kapan Lembur Tidak Diperbolehkan
Meskipun lembur bisa menambah penghasilan, ada batas yang tidak boleh dilanggar:
- Lembur tidak boleh lebih dari 4 jam per hari.
- Karyawan perempuan hamil atau bekerja malam hari memiliki ketentuan khusus.
- Lembur harus dengan persetujuan karyawan dan pemberi kerja.
Jika perusahaan memaksa lembur tanpa izin atau tanpa kompensasi, hal ini melanggar hukum ketenagakerjaan.
Pentingnya Mengerti Cara Menghitung Lembur 4 Jam
Mengerti cara menghitung lembur 4 jam bukan sekadar tahu rumus, tapi juga memahami hak finansial kamu sebagai pekerja. Banyak karyawan yang tidak sadar bahwa lembur mereka seharusnya dibayar lebih tinggi.
Dengan memahami dasar hukum dan perhitungan yang benar, kamu bisa memastikan transparansi upah serta mencegah kerugian finansial akibat salah hitung.
baca juga : Apa Itu Insentif ? Pengertian, Jenis, dan Contohnya di Dunia Kerja
Kesimpulan
Dari pembahasan di atas, kini kamu tahu bahwa cara menghitung lembur 4 jam mengikuti rumus resmi dari PP No. 35 Tahun 2021.
Rata-rata tambahan gaji lembur bisa mencapai Rp200.000–Rp250.000 tergantung gaji bulanan dan hari pelaksanaan lembur.
Selalu ingat:
“Lembur boleh, asal tahu hitungannya.”
Dengan memahami peraturan, menghitung lembur bukan lagi hal rumit—kamu bisa memastikan setiap jam kerja kerasmu dihargai dengan adil.
ingin pantau kerja tim secara real-time tanpa ribet? Dengan aplikasi yang tepat, Anda bisa awasi progres kerja kapan saja dan di mana saja.
Jangan sampai kehilangan kendali atas performa tim. Konsultasi sekarang untuk solusi yang efektif dan mudah digunakan!


